Antisipasi TPPO, Imigrasi Karawang Tolak 25 Pemohon Paspor

admin May 11, 2017 0

Kantor Imigrasi Karawang memperketat penerbitan paspor untuk masyarakat, menyusul ditemukannya sejumlah upaya pengajuan paspor dengan identitas kependudukan palsu.

“Pada prinsipnya kami ingin mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Indonesia khususnya di wilayah kerja Imigrasi Karawang. Salah satu caranya dengan memeriksa detail setiap persyaratan yang diajukan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Karawang, Johannes Fanny Satriacahya dalam Diseminasi Kebijakan Keimigrasian dalam Rangka Pecegahan TPPO dn TKI Non Prosedural, di Hotel Mercure Karawang, Rabu (12/4/2017).

Dugaan upaya TPPO terendus Kantor Imigrasi setelah sejak Januari hingga Maret, puluhan orang pengajuan paspornya ditolak karena berbagai alasan mencurigakan. Salah satunya, pemalsuan identitas kependudukan.

“Sudah ada 25 orang yang pengajuan paspornya kami tolak karena ada pemohon yang menggunakan identitas kependudukan palsu. Misalnya ada yang dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tapi mengajukan paspor di Karawang, itu kan mencurigakan,” kata Fanny.

Menurutnya, tidak hanya kekhawatiran pada dugaan TPPO, melainkan juga pada kasus penyelundupan manusia untuk aktivitas terorisme di sejumlah negara yang mengalami perang.

Adapun mayoritas negara yang menjadi tujuan dari para pemohon yang pengajuan paspornya ditolak yakni Malaysia, Hongkong hingga sejumlah negara di Timur Tengah.

“Modusnya, mereka megajukan paspor untuk keperluan umroh, wisata hingga untuk jadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Tapi saat dicek kelengkapannya, banyak di antara mereka menggunakan identitas kependudukan palsu,” kata dia.

Indikasi lain saat diperiksa, kata dia, misalkan untuk penempatan TKI ke luar negeri, tidak jarang pemohon diminta membayar sejumlah uang dengan kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

“Nilainya jutaan agar calon TKI non prosedural ini diloloskan, kami sudah periksa agar TKI ini diloloskan harus keluar uang hingga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta, padahal itu TKI ilegal,” ujar Fanny. Pada kesempatan itu, hadir pula Kepala BP3TKI Bandung, Delta. ( Sumber Tribun )

Leave A Response »